Laporan Praktikum Reaksi-reaksi Kimia


       I.            Judul Percobaan                   : Reaksi-Reaksi Kimia
    II.            Tanggal/Hari Percobaan      : Selasa, 21 November 2017
 III.            Tujuan Percobaan                : Mengamati perubahan yang terjadi pada suatu reaksi.
 IV.            Tinjauan Pustaka                  :
A.    Pengertian
Reaksi kimia adalah proses di mana suatu zat mengalami perubahan kimia untuk membentuk zat yang berbeda. Senyawa ataupun senyawa-senyawa awal yang terlibat dalam reaksi disebut sebagai reaktan. Sedangkan, seyawa-senyawa atau unsur yang baru dinamakan produk. Reaksi kimia biasanya dikarakterisasikan dengan perubahan kimiawi, dan akan menghasilkan satu atau lebih produk yang biasanya memiliki ciri-ciri yang berbeda dari reaktan. Reaksi kimia melibatkan perubahan yang melibatkan pergerakan elektron dalam pembentukan dan pemutusan ikatan kimia.
Reaksi kimia adalah transformasi/perubahan dalam struktur molekul. Reaksi ini bisa menghasilkan penggabungan molekul membentuk molekul yang lebih besar, pembelahan molekul menjadi dua atau lebih molekul yang lebih kecil, atau penata ulangan atom-atom dalam molekul. Reaksi kimia selalu melibatkan terbentuk atau terputusnya ikatan kimia.
Salah satu cara yang dapat digunakan untuk menentukan apakah suatu zat bereaksi atau tidak bisa dilihat dari ciri-ciri suatu sistem tersebut. Beberapa diantaranya yaitu menghasilkan endapan, menyebabkan perubahan warna, menghasilkan gas, atau menghasilkan perubahan suhu.
Dalam persamaan reaksi kimia, rumus berasal dari reaktan dan produk yang digunakan. Reaktan adalah substansi yang mengalami reaksi kimia. Produk ini adalah zat yang dihasilkan selama reaksi kimia. Reaktan dan produk dihubungkan oleh panah (→). Panah dapat dibaca sebagai " menghasilkan" atau "membentuk" atau "memberikan". Reaktan ditempatkan di sisi kiri panah dan produk di sisi kanan. Reaktan yang berbeda serta produk yang terhubung dengan tanda plus (+).
Reaktan adalah zat yang hadir sebelum perubahan kimia terjadi. Reaktan adalah segala zat yang hadir pada titik awal. Dengan konvensi, simbol kimia untuk reaktan ditulis di sisi kiri persamaan reaksi kimia. Produk adalah zat yang terbentuk selama perubahan kimia. Produk adalah semua zat yang terdapat di akhir reaksi. Dengan konvensi, simbol kimia untuk produk yang tertulis di sisi kanan dari persamaan reaksi kimia.
Panah reaksi adalah simbol yang menandakan perubahan yang sebenarnya. Sebuah panah reaksi memisahkan reaktan dari produk. Sementara persamaan reaksi kimia yang umum akan mencakup lebih banyak informasi, mereka semua memiliki zat yang hadir sebelum dan setelah perubahan kimia dengan panah reaksi untuk memisahkan mereka. Contoh :
HCl + NH3 → NH4Cl.
Beberapa persamaan reaksi memiliki panah ganda memisahkan reaktan dan produk. Sebuah sinyal panah ganda bahwa reaksi berada dalam kesetimbangan, situasi di mana reaktan berubah menjadi produk pada saat yang sama seiring dengan produk berubah kembali menjadi reaktan. Contoh :
CH3COOH + CH3OH → CH3COCH3 + H2O
Contoh dari reaksi-reaksi kimia yang lain adalah
Contoh :
·         Kalsium karbonat +  Asam klorida → Kalsium Klorida + Air + Karbon dioksida
CaCO3 + HCl → CaCl2 + H2O + CO2
Pada reaksi di atas, persamaan yang seimbang akan menjadi,
CaCO3 + 2HCl → CaCl2 + H2O + CO2 Kalsium karbonat menggabungkan dengan asam klorida untuk membentuk tiga produk baru.
Contoh :
·         NaCl + AgNO3 → AgCl + NaNO3 Reaksi ini merupakan reaksi perpindahan ganda, di mana ion natrium dan perak mengalami pertukaran anion antara mereka.
B.     Jenis utama dari reaksi kimia
1.      Kombinasi atau Sintesis
Reaksi Kombinasi atau sintesis reaksisatu, di mana produk baru disintesis oleh kombinasi dari dua atau tiga reaktan. Contoh : Hidrogen + Oksigen → Air
H2 + O2 → H2O
2.      Reaksi penguraian Reaksi dekomposisi satu, di mana satu senyawa terurai atau istirahat menjadi dua atau lebih produk yang berbeda.
Contoh: Timbal nitrat → Timbalmonoksida + Nitrogendioksida + Oksigen
Pb(NO3)2 → PbO + NO2 + O2
3.      Reaksi  Pemindahan atau Reaksi  Penggantian
Ada dua jenis reaksi perpindahan. Reaksi perpindahan tunggal. Ketika kation atau anion dipertukarkan dari senyawa, ini disebut sebagai reaksi perpindahan tunggal.
XY + Z → XZ + Y
Contoh :
Seng + Asam Sulfat → Seng (II) Sulfat + Hidrogen
Zn + H2SO4 → ZnSO4 + H2
4.      Reaksi penggantian ganda Anion dipertukarkan antara dua senyawa, atau garam. Reaksi ini menghasilkan kombinasi yang berbeda dari kation dan anion, di akhir.
XY + AZ → XZ + AY
Contoh :
Barium Klorida + Natrium Sulfat → Barium Sulfat + Natrium Klorida
BaCl2 + Na2SO4 → BaSO4 +2NaCl
5.      Reaksi Asam Basa
Asam dan basa direaksikan untuk menghasilkan garam dan air. Reaksi ini disebut sebagai reaksi netralisasi atau hanya reaksi asam-basa. Semua garam merupakan elektrolit kuat. Zat yang kita kenal sebagai garam dapur, NaCl, merupakan contoh yang sudah dikenal baik.
HX + LOH → H2O + LX
Contoh :
Asam Bromida direaksikan dengan Kalium Hidroksida menghasilkan air dan Kalium Bromida.
HBr + KOH → H2O + KBr
6.      Reaksi  Pembakaran
Reaksi di mana sebagian besar senyawa organik membakar dengan adanya oksigen untuk menghasilkan sebagian besar karbon dioksida, air, dan produk lainnya, juga merupakan jenis reaksi kombinasi. Kombinasi zat dengan hasil oksigen dalam pembakaran, yang menyebabkan pembakaran senyawa untuk produk dasar tersebut.
Contoh :
Butana direaksikan dengan Oksigen menghasilkan Karbon Dioksida dan uap air.
C4H10 + O2 → CO2 + H2O
7.      Reaksi redoks
Reaksi redoks yaitu perubahan dalam bilangan oksidasi atom. Reaksi tersebut sering dianggap sebagai transisi elektron antara situs atau spesies molekul berbeda.
Contoh reaksi redoks adalah :
2S2O32-(aq) + I2(aq) → S4O62-(aq) + 2I-(aq)
I2 direduksi menjadi S2O32- (anion tiosulfat) dioksidasi ke S4O62-
8.      Reaksi Dehidrasi
Reaksi dehidrasi didefinisikan sebagai reaksi pelepasan air dari molekul yang bereaksi. Reaksi dehidrasi sendiri merupakan subset dari reaksi eliminasi.
9.      Reaksi Presipitasi
Presipitasi adalah reaksi terbentuknya padatan (endapan) di dalam sebuah larutan sebagai hasil dari reaksi kimia. Presipitasi ini biasanya terbentuk ketika konsentrasi ion yang larut telah mencapai batas kelarutan dan hasilnya adalah membentuk garam.


10.  Reaksi Pengendapan
Reaksi pengendapan mempunyai cirri terbentuknya produk yang tak larut atau endapan. Endapan adalah padatan tak larut yang terpisah dari larutan. Reaksi pengendapan biasanya melibatkan senyawa-senyawa ionic.
C.    Ciri-ciri reaksi kimia
1.        Terjadi Perubahan Warna
Pada reaksi kimia, reaktan diubah menjadi produk. Perubahan yang terjadi dapat disebabkan adanya pemutusan ikatan-ikatan antaratom reaktan dan pembentukan ikatan-ikatan bru yang membentuk produk. Untuk memutuskan ikatan diperlukan energi. Untuk membentuk ikatan yang baru, dilepaskan sejumlah energi. Jadi, pada reaksi kimia terjadi perubahan energi.
Reaksi kimia yang menghasilkan energi dalam bentuk panas disebut dengan reaksi eksotermis. Reaksi yang menyerap energi panas disebut dengan reaksi endotermis.Contoh: Api dapat menghangatkan tubuh yang kedinginan dan ketika bernafas panas yang ada dalam tubuh akibat berolahraga dikeluarkan sehingga tubuh menjadi dingin
2.        Terjadi Perubahan Suhu
Pada reaksi kimia, reaktan diubah menjadi produk. Perubahan yang terjadi dapat disebabkan adanya pemutusan ikatan-ikatan antaratom pereaksi dan pembentukan ikatan-ikatan baru yang membentuk produk. Untuk memutuskan ikatan diperlukan energi.
Reaksi kimia yang menghasilkan energi dalam bentuk panas disebut dengan reaksi eksotermis, sedangkan reaksi yang menyerap energi panas disebut reaksi endotermis.
Reaksi kimia terjadi pada suatu ruang yang kita sebut dengan sistem, tempat di luar sistem disebut dengan lingkungan. Pada reaksi eksotermis, terjadi perpindahan energi panas dari sisitem ke lingkungan. Pada reaksi endotermis terjadi perpindahan energi panas dari lingkungan ke sistem.

3.        Terjadi Pembentukan Endapan
Ketika mereaksikan dua larutan dalam sebuah tabung reaksi, kadang-kadang terbentuk suatu senyawa yang tidak larut, berbentuk padat, dan terpisah dari larutannya. Padatan itu disebut dengan endapan (presipitat).
Bagaimana cara mengetahui apakah edapan dapat terbentuk ketika dua larutan dicampurkan atau ketika satu senyawa ditambahkam kedalam satu larutan?, hal tersebut bergantung pada kelarutan dari at terlarut, yaitu jumlah maksimum at terlarut yang akan larut dalam sejumlah tertentu pelarut pada suhu tertentu. Dalam konteks kualitatif, ahli kimia membagi zat-zat menjadi zat yang dapat larut dan zat yang tidak dapat larut. Zat dapat dikatakan larut jika sebagian zat tersebut melarut jika ditambahkan air. Jika tidak, zat tersebut digambarkan sebagai sedikit larut atau tidak dapat larut. Semua senyawa ionik merupakan elektrolit kuat, tetapi daya larutnya tidak sama.
4.        Terjadi Pembentukan Gas
Secara sederhana, dalam reaksi kimia adanya gas yang terbentuk ditunjukkan dengan adanya gelembung- gelembung dalam larutan yang direaksikan. Adanya gas dapat diketahui dari baunya yang khas, seperti asam sulfida (H2S) dan amonia (NH3) yang berbau busuk.
D.    Faktor Yang Memengaruhi Kecepatan Reaksi
Reaksi kimia dapat berlangsung dengan cepat, juga dapat berlangsung lambat. Ada beberapa faktor yang memengaruhi kecepatan reaksi suatu zat, antara lain :
1.         Ukuran Partikel
Tumbukan antara zat pereaksi dapat mengakibatkan reaksi kimia pada suatu zat. Semakin banyak terjadi tumbukan, semakin cepat reaksi berlangsung.
2.         Suhu
     Semakin tinggi suhu reaksi, semakin cepat reaksi berlangsung. Jika suhu dinaikkan akan menyebabkan gerakan partikel-partikel pereaksi semakin cepat.semakin cepat pergerakan partikel menyebabkan tumbukan antar zat pereaksi bertambah banyak, sehingga reaksi yang terjadi menjadi cepat.
3.         Katalis
     Beberapa reaksi berlangsung secara lambat meskipun suhu tinggi dan kontak antara zat yang bereaksi intensif. Dalam kasus seperti ini, zat lain yang tidak terlibat dalam reaksi dapat mempercepat perubahan kimia. Zat lain ini disebut katalis. Katalis umumnya zat padat, tetepi dapat juga zat cair atau gas. Katalis mengubah laju reaksi, tetapi tidak memengaruhi hasil reaksi.
E.     Kesetimbangan Kimia
Kesetimbangan Kimia merupakan keadaanreaksi bolak-balik dimana laju reaksi reaktan dan produk sama dan konsentrasi keduanya tetap. Kesetimbangan kimia hanya terjadi pada reaksi bolak-balik dimana laju terbentuknya reaktan sama dengan laju terbentuknya produk. kesetimbangan kimia bersifat dinamis sehingga juga sering disebut kesetimbangan dinamis. Kesetimbangan dinamis adalah suatu reaksi bolak-balik pada saat konsentrasi tetap tapi sebenarnya tetap terjadi reaksi (terus-menerus).
F.     Ciri-ciri Keadaan Setimbang
Ciri-ciri keadaan suatu reaksi bolak-balik dikatakan setimbang sebagai berikut :
·         Terjadi dalam wadah tertutup, pada suhu dan tekanan tetap
·         Reaksinya berlangsung terus-menerus (dinamis) dalam dua arah yang berlawanan.
·         Laju reaksi ke reaktan sama dengan laju reaksi ke produk
·         Konsentrasi produk dan reaktan tetap
·         Terjadi secara mikroskopis pada tingkat partikel zat





G.    Pergeseran Kesetimbangan Kimia
Pergeseran kesetimbangan kimia dipengaruhi beberapa factor, diantaranya konsentrasi zat, temperatur, dan tekanan atau volume.
1.      Konsentrasi Zat
Jika konsentrasi salah satu zat ditambah, maka reaksi kesetimbangan akan bergeser dari arah (menjauhi) zat yang ditambah konsentrasinya.
Jika konsentrasi salah satu zat dikurangi, maka reaksi kesetimbangan akan bergeser kea rah zat dikurangi konsentrasinya.
2.      Tekanan dan Volume
Apabila tekanan pada system ditambah/ volume diperkecil maka reaksi kesetimbangan akan bergeser ke arah  jumlah molekul yang lebih kecil.
Apabila tekanan pada sistem diperkecil/ volume ditambah maka reaksi kesetimbangan akan bergeser kea rah jumlah molekul yang lebih besar.
3.      Temperatur
Apabila temperature system dinaikkan maka reaksi kesetimbangan bergeser ke arah reaksi yang membutuhkan kalor (endoterm). Apabila temperature system dikurangi maka reaksi kesetimbangan akan bergeser kea rah zat yang melepaskan kalor (eksoterm)
H.    Kesetimbangan Heterogen
Pada kesetimbangan heterogen bentuk zat-zat yang terlibat dalam reaksi tidak sama, sehingga yang diambil untuk menentukan tetapan kesetimbangan adalah konsentrasi zat yang tetapan kesetimbangannya dipengaruhi yakni larutan dan gas.
I.       Kesetimbangan Homogen
Pada kesetimbangan homogen bentuk zat-zat yang terlibat dalam reaksi sama, sehingga seluruh konsentrasi zat yang digunakan untuk menentukan tetapan kesetimbangan. Namun yag perlu diingat, bahwayang dipengaruhi tetapan kesetimbangan hanya bentuk gas dan larutan saja.
  
    V.            Alat dan Bahan
Alat-alat
-          Tabung reaksi
-          Pipa pengalir bersumbat
-          Gelas kimia 100 ml
-          Rak tabung reaksi
-          Pipet tetes
-          Gelas ukur 25 ml
Bahan-bahan
-          HCl                       0,05 M/ 0,5 M
-          CH3COOH           0,05 M
-          ZnSO4                  0,1 M
-          NH4OH                0,5 M
-          BaCl2                    0,1 M
-          Ba(OH)2               0,2 M
-          K2CrO4                0,2 M
-          K2Cr2O7              0,1 M
-          KI                          0,05 M
-          (NH4)2SO4          0,5 M
-          H2SO4 pekat
-          C12H22O11
-          CaCO3 padat
-          Indikator universal

 VI.            Alur praktikum
a.       Percobaan ke-1







 


-          Dimasukkan ke dalam tabung reaksi     -
-          Ditambah 1 tetes indikator universal     -
-          Text Box: PerubahanDiamati dan dicatat perubahannya        -
Text Box: Perubahan          


 
Dicampur dan diamati perubahan








Text Box: perubahan





 



-          Dimasukkan ke dalam tabung reaksi     -
-          Ditambah 1 tetes indikator universal     -
-          Diamati dan dicatat perubahannya        -


Text Box: PerubahanText Box: Perubahan


Dicampur dan diamati perubahan
 

           





b.      Text Box: 1 tetes ZnSO4 0,1 Mpercobaan ke-2


 
-          Dimasukkan tabung reaksi
-          Ditambah NaOH 0,5 M 5 tetes


Text Box: keadaan
 
-          Text Box: perubahanDitambah NaOH 0,5 M lagi 10 tetes dan seterusnya berkelipatan 10 tetes sampai terjadi perubahan
                                   


 


-          Dimasukkan tabung reaksi
-          Text Box: keadaanDitambah NH4OH 0,5 M 5 tetes

-          Ditetesi NH4OH lagi 10 tetes dan seterusnya berkelipatan 10 tetes sampai terjadi perubahan
Text Box: perubahan 

Dibandingkan perubahan dari keduanya
c.       Percobaan ke-3
 

-          Dimasukkan tabung reaksi
-          Ditambah 1 ml NaOH 0,5 M
-          Kertas lakmus merah dibasahi air
-          Tutup tabung dengan kertas lakmus
-          Diamati perubahan




Text Box: perubahan


 



-          Dimasukkan tabung reaksi
-          Ditambahkan 10 ml HCl 0,5 M
-          Tutup tabung dengan sumbat pipa mengalir
-          Ujung pipa dimasukkan ke dalam tabung reaksi berisi Ba(OH)2 0,2 M
-          Text Box: PerubahanDiamati perubahan

d.      Percobaan ke-4
 

-          Dimasukkan tabung reaksi
-          Ditambah 1 ml K2CrO4 0,1 M
-          Text Box: PerubahanDiamati perubahan



 
-          Dimasukkan ke dalam tabung reaksi
-          Ditambah 1 ml K2Cr2O7 0,1 M
-          Text Box: PerubahanDiamati perubahan



 
-          Dimasukkan ke dalam tabung reaksi
-          Ditambah 1 ml K2CrO4 0,1 M
-          Ditambah 1 ml HCl 0,5 M
-          Diamati perubahan


 


Dari ketiga percobaan dibandingkan

e.       Percobaan ke-5
 

-          Dimasukkan ke dalam tabung reaksi sampai 1/3 bagian
-          Ditambah 1 ml H2SO4 pekat
-          Diaduk rata lalu didiamkan beberapa menit
-          Diamati perubahannyaText Box: Perubahan


VII.            Hasil Pengamatan
VIII.    Analisis Data
Percobaan yang pertama terdapat dua pengulangan, pengulangan pertama mengukur larutan HCl 0,05 M sebanyak 1 mL pada tabung ukur serta larutan NaOH 0,05 M juga sebanyak 1 m secara bergantian. Setelah terukur 1 mL, kedua larutan dimasukkan ke dalam dua tabung reaksi yang berbeda. Warna awal larutan HCl dan larutan NaOH masing-masing tidak berwarna, setelah ditambah 1 tetes indikator universal yang berwarna merah, larutan HCl warnanya menjadi merah sedangkan larutan NaOH menjadi berwarna ungu. Lalu salah satu larutan dicampurkan sedikit demi sedikit ke dalam tabung larutan yang lain sampai warnanya berubah warna menjadi warna pH netral yaitu hijau. Pengulangan kedua mengukur larutan CH3COOH 0,05 M sebanyak 1 mL pada tabung ukur serta larutan NaOH 0,05 M juga sebanyak 1 m secara bergantian. Setelah terukur 1 mL, kedua larutan dimasukkan ke dalam dua tabung reaksi yang berbeda. Warna awal larutan CH3COOH dan larutan NaOH masing-masing tidak berwarna, setelah ditambah 1 tetes indikator universal yang berwarna merah, larutan CH3COOH warnanya menjadi merah sedangkan larutan NaOH menjadi berwarna ungu. Lalu kedua larutan dicampurkan sedikit demi sedikit ke dalam tabung larutan yang lain sampai warnanya berubah warna menjadi warna pH netral yaitu hijau.
Percobaan kedua terdapat dua pengulangan, pengulangan pertama mengambil 2 tabung reaksi yang ditetesi ZnSO4 0,1 M tidak berwarna masing-masing sebanyak 1 tetes. Tabung reaksi yang pertama diberi 5 tetes NaOH 0,5 M tidak berwarna dan diamati perubahan pada larutan, terdapat endapan banyak atau sedikit. Setelah itu ditambah lagi tetesan NaOH 0,5 M dengan kelipatan 10 sampai endapan yang terdapat dalam larutan hilang dan larutan ZnSO4 menjadi jernih kembali. Pengulangan kedua, tabung reaksi yang kedua diberi 5 tetes NH4OH 0,5 M dan diamati perubahan pada larutan, terdapat endapan banyak atau sedikit. Setelah itu ditambah lagi tetesan NH4OH 0,5 M dengan kelipatan 10 sampai endapan yang terdapat dalam larutan hilang dan larutan ZnSO4 menjadi jernih kembali. Lalu dibandingkan hasil akhir larutan ZnSO4 akhir dan perbandingan tambahan tetesannya.
Percobaan ketiga terdapat 2 pengulangan, pengulangan pertama mengukur larutan NH4Cl 0,5 M tidak berwarna sebanyak 1 mL dengan tabung ukur. Setelah terukur, larutan NH4Cl kemudian dimasukkan dalam tabung reaksi. Lalu mengukur larutan NaOH 0,5 M tidak berwarna sebanyak 1 mL pada tabung ukur dan larutan NaOH dicampurkan kedalam tabung reaksi yang berisi larutan NH4Cl tadi. Pada percobaan ini menggunakan kertas lakmus merah yang dibasahi air dan ditutupkan pada lubang tabung reaksi, setelah itu diamati perubahan warna pada kertas lakmus. Pengulangan kedua, mengambil 0,2 gram padatan CaCO3 dan dimasukkan kedalam tabung erlenmeyer berlengan. Selanjutnya, mengukur larutan Ba(OH)2 0,2 M tidak berwarna sebanyak 1 mL dan dituangkan kedalam tabung reaksi. Lalu, mengukur larutan HCl 0,5 M sebanyak 10 mL menggunakan tabung ukur. Setelah itu, menghubungkan tabung erlenmeyer berlengan dengan tabung reaksi berisi Ba(OH)2 0,2 M menggunakan pipa, ujung pipa harus tenggelam ke dalam larutan Ba(OH)2 0,2 M. Kemudian larutan HCl 0,5 M tadi dimasukkan ke dalam tabung erlenmeyer berlengan dan langsung ditutup menggunakan sumbat. Setelah itu tabung erlenmeyer digoyang-goyangkan supaya larutan HCl 0,5 M dan padatan CaCO3 bereaksi dan diamati perubahan pada tabung yang berisi larutan Ba(OH)2 0,2 M.
Percobaan keempat terdapat 3 pengulangan, melakukan 3 kali pengukuran larutan BaCl2 0,1 M tidak berwarna sebanyak 1 mL dengan tabung ukur. Masing-masing pegukuran dituangkan ke dalam 3 tabung reaksi berbeda. Pada pengulangan pertama mengukur larutan K2CrO4 0,1 M berwarna kuning sebanyak 1 mL menggunakan tabung ukur dan dicampurkan pada salah satu tabung reaksi yang berisi larutan BaCl2 0,1 M. Setelah dicampurkan, larutan akan berwarna kuning. Pengulangan kedua, mengukur larutan K2Cr2O7 0,1 M berwarna merah sebanyak 1 mL menggunakan tabung ukur dan dicampurkan pada salah satu tabung reaksi yang berisi larutan BaCl2 0,1 M. Setelah dicampurkan, larutan akan berwarna jingga. Pengulangan ketiga, mengukur larutan K2CrO4 0,1 M berwarna merah sebanyak 1 mL dan larutan HCl 0,5 M sebanyak 1 mL menggunakan tabung ukur. Pertama larutan HCl 0,5 M dicampurkan pada salah satu tabung reaksi yang berisi larutan BaCl2 0,1 M, setelah itu larutan K2CrO4 0,1 M juga dicampurkan dalam tabung reaksi tersebut. Setelah dicampurkan, larutan akan berwarna jingga pudar.
Percobaan kelima, memasukkan tepung terigu (padatan C6H12O6)  berwarna putih secukupnya ke dalam tabung reaksi, lalu ditambahkan H2SO4 pekat berwarna coklat muda sebanyak 1 mL. Setelah itu, diaduk dan didiamkan beberapa menit lalu diamati perubahan yang terjadi.
IX.       Pembahasan
Pada percobaan yang pertama, merupakan percobaan reaksi netralisasi dengan menggunakan 2 larutan asam pembanding yaitu HCl sebagai asam kuat dan CH3COOH yang merupakan asam lemah kemudian ditambahkan dengan larutan NaOH yang merupakan basa kuat. Untuk membedakan adanya perbedaan reaksi antara asam kuat dan basa kuat dengan asam lemah dan basa kuat dapat digunakan indikator universal yang memiliki rentang pH yang luas. Pada kondisi asam, indikator universal akan berwarna merah-kuning yang memudar sesuai dengan nilai pH asam yang semakin lemah. Kemudian indikator universal akan berubah menjadi hijau ketika berada pada suasana larutan yang netral. Serta akan berwarna biru hingga ungu ketika berada dalam larutan yang memiliki pH basa dan akan bertambah pekat seiring dengan bertambahnya kekuatan basa dari suatu larutan.
Saat larutan HCl 0,05 M ditambahkan indikator universal, larutan berubah menjadi merah yang membuktikan bahwa larutan HCl 0,05 M merupakan asam kuat yang memiliki rentang pH antara 1-2. Larutan CH3COOH 0,05 M ketika ditambahkan indikator universal berubah warna menjadi merah muda yang membuktikan bahwa CH3COOH 0,05 M merupakan asam yang memiliki rentang pH antara 2-3, dan ketika larutan NaOH 0,05 M ditambahkan indikator universal, larutan berubah warna menjadi ungu yang membuktikan bahwa larutan tersebut merupakan larutan yang bersifat basa yang memiliki rentang pH antara 13-14.
Ketika larutan HCl dicampurkan dengan larutan NaOH, laruta berubah warna menjadi ungu tua. Hal ini tidak sesuai teori, seharusnya ketika larutan HCl ditambahkan dengan NaOH menghasilkan NaCl yaitu garam yang bersifat netral. Sehingga ketika kedua larutan tersebut dicampurkan seharusnya menghasilkan larutan yang berwarna hijau yang menunjukkan suasana larutan berada pada pH 7.
HCl (aq) + NaOH (aq)                     NaCl (aq) + H20 (l)
Ketika larutan CH3COOH dicampurkan dengan larutan NaOH, larutan berubah warna menjadi ungu tua. Hal ini membuktikan bahwa suasana campuran berada dalam kondisi basa. Hal ini sesuai teori, ketika larutan asam lemah bereaksi dengan basa kuat menghasilkan larutan garam yang bersifat basa yang memiliki rentang antara >11
CH3COOH (aq) + NaOH (aq)                      CH3COONa(s) + H20 (l)
Pada percobaan kedua merupakan reaksi kesetimbangan, yaitu reaksi yang keadaan reaktan dan hasil reaksi terdapat  bersama-sama tetapi tidak ada lagi perubahan yang dapat diamati atau biasa disebut dengan reaksi reversible (dapat balik).
Digunakan larutan ZnSO4 0,1 M yang dibagi didalam 2 tabung reaksi, yaitu tabung reaksi 1 dan 2 yang masing-masing berisi 1 tetes larutan. Kemudian ditambahkan label untuk membedakan antara tabung reaksi pertama dan kedua. Pada tabung reaksi pertama ditambahkan 5 tetes larutan NaOH 0,5 M dan terdapat endapan berwarna putih yang merupakan senyawa Zn(OH)2, namun ketika ditambahkan larutan lagi hingga mencapai 30 tetes, endapan Zn(OH)2 kemudian larut.
ZnSO4 (aq) + 2NaOH (aq)                    Na2SO4 (aq) + Zn(OH)2 (s)
Zn(OH)2 (s) + NaOH (aq)                      Na2[ Zn(OH)4] (s)
Sama halnya dengan tabung reaksi pertama, ketika ditambahkan dengan 5 tetes larutan NH4OH, terdapat endapan putih yang merupakan endapan Zn(OH)2. Kemudian ketika ditambahkan dengan laruta NH4OH berlebih hingga 20 tetes, endapan berwarna putih tersebut larut.
ZnSO4 (aq) + 2 NH4OH (aq)                     (NH4) 2SO4 (aq) + Zn(OH)2 (s)
Zn(OH)2 (s) + 4 NH4OH (aq)                [ Zn(NH3)4] (s) (OH)2 + 4H2O (l)
Percobaan ketiga merupakan reaksi pembentukan gas. Terbukti dengan terbentuknya gas NH3 pada percobaan 3a yaitu dengan memasukkan NH4Cl 0,5 M ke dalam tabung reaksi dan ditambahkan 2 ml NaOH 0,5 M yang ditandai dengan berubahnya warna kertas lakmus merah yang telah di basahi air terlebih dahulu yang kemudian ditutupkan pada tabung dan lama-lama kertas lakmus berubah menjadi biru. Adapun reaksinya:
NH4Cl (aq) + NaOH (aq)                      NaCl (aq) + NH4OH (aq)
NaCl (aq) + NH4OH (aq)                     NaCl (aq) + NH3 (g) + H2O (l)
 Dan percobaan 3b ditandai dengan terbentuknya  gas CO2, dimana larutan Ca(OH)2 berfungsi sebagai  media terbentuknya gas tersebut.Terjadi perubahan pada reaksi kimia yaitu terbentuk endapan dan pembentukan gas. Hal ini ditunjukkan pada reaksi berikut:
CaCO3 (s) + 2HCl (l)                          CaCl2 (s) + CO2 (g) + H2O (l)
CO2 (g) + Ca(OH)2 (aq)                      CaCO3 (s) + H2O (l)
Pada percobaan keempat merupakan reaksi pada reaksi pada unsur logam golongan transisi yaitu logam Cr. Disiapkan tiga tabung reaksi yang masing-masing berisi larutan BaCl2 0,1 M sebanyak 1 ml. Kemudian ditambahkan kertas label pada setiap tabung reaksi untuk membedakan antara tabung reaksi 1, 2, dan 3. Pada tabung reaksi yang pertama ditambahkan 1 ml K2CrO4 0,1 M yang berwarna kuning. Larutan pada tabung reaksi berubah warna menjadi kuning yang merupakan senyawa BaCrO4. Reaksi yang terjadi adalah:
BaCl2 (aq) + K2CrO4 (aq)                    2KCl (aq) + BaCrO4 (s)
Pada tabung reaksi yang kedua, senyawa BaCl2 ditambahkan 1 ml K2CrO7 yang berwarna orange dan larutan berubah warna menjadi jingga yang merupakan senyawa KCl yang terbentuk dan terdapat endapan berwarna jingga yang merupakan senyawa BaCrO7. Reaksi yang terjadi adalah:
BaCl2 (aq) + K2CrO7 (aq)                    2KCl (aq) + BaCrO7 (s)
Pada reaksi ketiga ditambahkan 1 ml larutan K2CrO4 0,1 M yang berwarna kuning. Ketika dicampurkan, larutan pada reaksi berubah warna menjadi kuning dan terdapat endapan berwarna kuning. Kemudian ditambahkan dengan larutan HCl 0,5 M sebanyak 1 ml . larutan yang semula berwarna kuning menjadi berwarna jingga dan semula terdapat endapan berwarna jingga, endapan tersebut kemudian larut. Tujuan penambahan HCl adalah untuk melarutkan endapan BaCrO4 yang terbentuk. Karena senyawa ini hanya akan larut ketika ditambahkan dengan senyawa yang bersifat asam dan larutan berubah warna menjadi jingga karena endapan BaCrO4 yang larut dan berubah menjadi senyawa BaCr2O7 yang berwarna orange. Reaksi yang terjadi:
BaCl2 (aq) + 2HCl (aq) + K2CrO4 (aq)                    BaCr2O7 (s) + 4KCl (aq) + H2O (l)

X.        Diskusi
Pada percobaan pertama, ketika larutan HCl yang telah ditambahkan indikator universal dicampurkan dengan larutan NaOH yang telah ditambahkan indikator universal juga, tidak terbentuk senyawa garam yang netral, karena warna campuran dari kedua larutan tidak menjadi hijau melainkan ungu. Hal ini tidak sesuai dengan teori dan menunjukkan bahwa terjadi kelebihan senyawa basa didalam larutan disebabkan belum tercampur seutuhnya yang ada di dalam tabung reaksi. Sehingga sejumlah volume dari kedua larutan tidak sama. Da diindikasikan bahwa jumlah larutan HCl lebih sedikit dari jumlah NaOH sehingga senyawa yang terbentuk tetap bersifat basa yang ditandai dengan warna larutan yang ungu.

XI.       Kesimpulan
Pada percobaan pertama pada bagian pertama larutan HCl yang telah diberi indikator universal akan berubah warna menjadi warna merah, dan larutan NaOH yang telah diberi indikator universal akan berubah warna menjadi warna ungu, setelah penambahan kedua larutan yaitu HCl  dan NaOH dicampurkan dan terjadi perubahan warna yaitu berubah warna menjadi warna hijau seperti pada percobaan titrasi. Pada bagian kedua yaitu larutan CH3COOH yang ditetesi dengan indikator universal akan berubah warna menjadi warna merah, dan larutan NaOH yang ditetesi indikator universal akan berubah warna menjadi warna ungu, setelah penambahan kedua larutan yaitu CH3COOH dan NaOH dicampurkan dan terjadi perubahan warna yaitu berubah warna menjadi warna ungu tua.
Pada percobaan kedua bagian pertama, yaitu larutan ZnSO4 yang direaksikan denagn lima tetes NaOH terjadi perubahan warna putih keruh dan muncul endapan, lalu ketika ditambah 30 tetes larutan NaOH berubah lagi menjadi warna tidak berwarna. Pada bagian kedua, yaitu ZnSO4 ditambah lima tetes NH4OH emngalami perubahan warna putih keruh dan muncul endapan, lalu ketika ditambah 20 tetes larutan NH4OH berubah lagi menjadi warna tidak berwarna. Tetapi pada kedua percobaan tersebut dapat diketahui bahwa endapan yang muncul paling banyak terdapat pada larutan ZnSO4 yang ditetesi dengan larutan NH4OH.
Pada percobaan ketiga bagian pertama, yaitu NH4Cl yang direaksikan dengan NaOH menghasilkan gas NH3 yang merubah kertas lakmus merah menjadi warna biru. Dan pada bagian kedua, yaitu CaCO3 yang ditambahkan HCl lalu diberi Ba(OH)2 mengalami perubahan reaksi dan perubahan warna serta munculnya CO2 yang akan terbentuk endapan.
Pada percobaan keempat bagian pertama, yaitu BaCl2 yang campur dengan 1 ml K2CrO4 berwarna kuning mengalami reaksi kimia berupa perubahan warna menjadi kuning keruh yang disertai dengan munculnya endapan. Pada bagian kedua, yaitu BaCl2 yang dicampur dengan 1 ml K2Cr2O7 mengalami reaksi kimia berupa perubahan warna menjadi jingga dan disertai dengan munculnya endapan. Pada bagian ketiga, larutan BaCl2 yang telah dicampur dengan K2CR2O7 akan mengalami reaksi kimia berupa perubahan warna menjadi warna jingga, dan ketika kedua larutan tersebut ditambah lagi dengan larutan HCl akan terjadi perubahan warnas kedua kali, yaitu berwarna kuning keruh.
Pada percobaan lima terjadi perubahan warna serta suhu yang disertai dengan adanya endapan CO2.

XII.     Pertanyaan dan Jawaban

·         Pertanyaan :
Tulislah semua persamaan reaksi pada percobaan diatas dengan benar !!
·         Jawaban :
Percobaan pertama
a.       HCl(aq) + NaOH(aq) NaCl(aq) + H2O(l)
b.      CH3COOH(aq) + NaOH(aq) CH3COONa(aq) + H2O(l)
Percobaan kedua
a.       ZnSO4(aq) + 2 NaOH(aq) Na2SO4(aq) + Zn(OH)2(s)
Zn(OH)2(S) + 2NaOH(aq) 2Na+ + {Zn(OH)4}2-
b.      ZnSO4(aq) + 2 NH4OH(aq) (NH4)2SO4(aq) + Zn(OH)2(s)
Zn(OH)2(S) + 2NH4OH(aq) NH4+ + {Zn(OH)3}2-
Percobaan ketiga
a.       NH4Cl(aq) + 2 NaOH(aq) NaCl(aq) +NH3(g) + 2 H2O(l)
b.      CaCO3(s) + 2 HCl(aq) CaCl2(aq) + H2O(l) +CO2(g)
CO2(g) + Ca(OH)2(aq) CaCO3(s) + 2 H2O(l)
Percobaan keempat
a.       BaCl2(aq) + K2CrO4(aq) BaCrO4(s) + 2 KCl(aq)
b.      BaCl2(aq) + K2Cr2O7(aq) BaCr2O7(s) + 2 KCl(aq)
c.       BaCl2(aq) + K2CrO4(aq) + HCl(aq) BaCrO4(s) + 2 KCl(aq) + HCl(l)
Percobaan kelima



H2SO4(aq)
 
 
            C6H12O6(s)      12C(s) + 6H2O(l)



Daftar pustaka
Anonim. 2013. Ciri-ciri Terjadinya Reaksi Kimia. Online. Web publikasi: https://zakapedia.com/2013/03/ciri-ciri-terjadi-reaksi-kimia.html?m=1. Diakses pada 25 November 2017.
Anonim. 2015.Pengertian Reaktan dan Produk dalam Reaksi Kimia. Online. Web publikasi:http://kliksma.co/2015/05/pengertian-reaktan-dan-produk-dalam-reaksi-kimia.html. Diakses pada tanggal 25 November 2017.
Chang, Raymond. 2004. Kimia Dasar Konsep-konsep Inti. Jakarta: ERLANGGA.
Keenan, AHadyani. 1992. Kimia untuk Universitas JIlid I. Bandung: ERLANGGA.
Kemendiknas, Pustekkom. 2010. Jenis-jenis Reaksi Kimia. www.kemendik.go.id. Diakses: 25 November 2017.
Mulyadi, Tedi. 2015. Pengertian Reaksi Kimia dan Contohnya. Online. Web publikasi :https://budisma.net/2015/02/-pengertian-reaksi-kimia-dan-contohnya.html. Diakses pada tanggal 25 November 2017.
Petrucci, H Ralph. 1989. Kimia DasarEdisi 4 JIlid I. Jakarta: ERLANGGA.
Tim Kimia Dasar. 2016. Panduan Praktikum Kimia Dasar. Surabaya: Uiversitas Negeri Surabaya.


                                                                                   Surabaya,
Mengetahui,
Dosen/Asisten Pembimbing                                                  Praktikan,



(........................................... )                                       (......................................... )

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perbedaan Open Acces dan Close Acces serta Kelebihan dan Kekurangannya

Laporan Praktikum Rekristalisasi dan Pembuatan Aspirin

Laporan Praktikum Titrasi Penetralan (Asidi-Alkalimetri) dan Aplikasi Penentuan Kadar NH3 dalam Pupuk ZA